PEMUDA PENJAGA LIFT
Catatan cerita : Menurut saya dunia roh punya kehidupannya sendiri, seperti dalam cerita ini :
PEMUDA PENJAGA LIFT
“Selamat pagi, ke lantai berapa Pak?” tanyamu kepada seorang Bapak berpakaian safari rapi dan perlente. Bapak itu kemudian memperlihatkan lima jarinya tanpa bicara, kamu rupanya sudah paham, tombol lift kamu pencet angka 5. Kamu juga selalu berpakaian rapi, rambutmu selalu tersisir dengan sedikit minyak rambut membuat rambutmu berkilau apabila tertimpa cahaya lampu lift.
Kamu selalu tersenyum ramah kepada setiap orang yang menggunakan lift ini, setiap hari, mungkin setiap shift-mu karena pasti kamu pun membutuhkan libur untuk mengatasi kebosanan menjaga lift dan bertanya ke lantai berapa kesetiap orang yang menggunakan lift di apartemen ini setiap hari.
Hari ini kamu tidak berada di dalam lift ini. Seorang wanita muda menjaganya, mungkin kamu libur. Wanita muda itu tidak seramah kamu, senyumannya seperti senyuman yang dipaksakan tidak tulus. Sepertinya ia sangat terpaksa menjalankan profesi menjaga lift dari pada tidak bekerja sama sekali.
Sudah hampir sebulan kamu tidak menjaga lift dan sebulan ini beberapa petugas pengganti silih berganti. Kamu kemana? Apakah kamu sakit? Ataukah kamu mendapatkan pekerjaan baru?
Ingin sekali aku bertanya kepada temanmu, wanita muda yang sekarang menjadi penjaga lift itu. Sudah sebulan kamu tidak bertugas, tetapi tidak aku lakukan, aku tidak mau semuanya berubah menjadi runyam dan kacau.
Pagi ini sangat sepi, aktifitas apartemen belum dimulai seperti biasa aku memasuki lift. Aku sangat senang pagi ini aku menemui kamu berada di dalam lift dan sudah bertugas kembali.
“Mau ke lantai berapa Mbak?” tanyamu dengan suara yang sangat ramah. Aku terkejut bercampur bahagia kamu sudah menjaga lift ini lagi. Sambil memandangmu aku mengacungkan kesepuluh jariku, ke lantai 10. Kamu memencet tombol angka 10.
Tiba-tiba lift berhenti mendadak di lantai 2 padahal tidak ada orang yang berhenti untuk keluar di lantai 2. Pintu lift terbuka, masuk wanita muda penjaga lift penggantimu itu, ia bersama temannya, tetapi mereka tidak menegurmu. Kamu pun diam saja tidak menegur mereka. Aku dan kamu terdiam dalam bisu, hanya teman-temanmu yang berbicara.
“Sudah sebulan aku bekerja di sini, baru kali ini aku merasakan bulu kudukku berdiri merinding seperti ini,” kata wanita muda itu kepada temannya dengan ekspresi seperti orang yang ketakutan.
“Ya, aku juga merasakan hal yang sama,” kata teman wanita muda itu sambil bergidik dan memegang lehernya sendiri.
“Apa mungkin rohnya si Markum penjaga lift yang meninggal kecelakaan motor sebulan yang lalu sedang gentayangan di sini ?” lanjut wanita muda penjaga lift itu kepada temannya sambil memencet tombol lift ke lantai dasar.
“Mungkin saja, dulu juga waktu seorang gadis muda bunuh diri dari lantai 10 di lift ini sering terjadi sesuatu yang aneh-aneh dan menyeramkan,” kata temannya.
Terus terang aku sangat terkejut. Pandanganku beralih kepadamu yang sedang berdiri manis di pintu lift sambil tersenyum, mengangguk dan mengangkat bahu. Kamu bernama Markum. Pantas kamu bisa menegurku pagi ini.***
June 29th, 2008 at 5:47 am
akuh pernah ngalamin lho.. di gedung sapta taruna cawang. hiyyy..
June 29th, 2008 at 8:21 am
wadooww… salah strategi nich aku, baca nya hampir tengah malem gini:-(( huuhhh….
June 30th, 2008 at 3:54 am
Hahaha…..
bang, ceritamu makin bervariasi…, makin seru.
Kesalahanku.. membaca comment lebih dulu dari Yaya, jadi kehilangan surprise-nya.
Komentarku,…
kamu ngasih catatan cerita di awal, jadi kehilangan surprisenya…
But nice cerpen..;)
July 1st, 2008 at 2:03 am
you did it, again..!
bagus, mas. sampe sekarang aku masih heran gimana cara’y dirimu nemu ide-ide kaya’ gitu..
July 2nd, 2008 at 2:16 am
Maaf ikut komen, kalo ide supernatural saya akui mas bamby jagoannya… Tapi lucunya dia itu paling takut dengan cerita2 serem ato hantuuuu hihihhihii
July 4th, 2008 at 3:46 am
sesama orang penakut bo yah jngn nakut2tin dong mas….kan jd kebayang tuh ah…tar gak bs tidurrr..jd inget lagu gaby nih sama2 gantung diri gitu deh iihhh menyeramkan…