Sebuah Tempat Bimbang
Cermin (Cerita Mini)
Apalagi alasan pembenaranku berada di tempat ini. Aku sendiri
bimbang untuk mempertimbangkan ulang apakah tetap bertahan atau keluar.
“Kamu selalu tidak punya pendirian disaat kamu harus menentukan pilihan,” bisik batinku pelan, seperti hantu yang lewat begitu saja.
“Aku tidak mau terperosok, tapi aku juga tidak bisa membendung keinginan ini,” balasku pada batinku, seperti berteriak tanpa suara, kerongkonganku tercekat.
“Menangkan egomu, sekali ini saja!” batinku memohon kali ini hantu itu sudah berwujud. Sebuah keinginan.
“Harus ada pembenarannya aku ada di sini!” bentak aku kepada batinku untuk meyakinkan.
“Tidak perlu! Kamu hanya perlu keberanian untuk memulai,” aku bergumam sendiri lirih sekali.
Seorang wanita cantik dengan parfum menyengat menghampiriku, mempersilakan aku masuk ke dalam kamarnya, dengan genit dia berbisik dekat sekali di telingaku, “baru pertama kali ya mas?”
Aku masih berdiri terpaku, memikirkan keinginanku melepas syahwat di tempat durjana ini. Sementara istriku di rumah sedang hamil tua, menantiku pulang. Suami Jahanam!***
April 15th, 2008 at 9:08 am
halah.. cerita mini or cerita pribadi nich bang??? :-p :-p
April 15th, 2008 at 6:14 pm
Hayoooo, kamu mau ngapain di situ? Walaupun cerita fiksi tapi sbg wanita aku protes (hehehe suami jahanam beneran tuh)
April 15th, 2008 at 6:56 pm
klo eris jd istrinya pasti bilangnya gini…”Gak puas yah Mas udah di kasih jatah sehari 3 kali”…wakakakak…
April 19th, 2008 at 1:47 am
@E
edan gituh??? welweh3..
April 19th, 2008 at 7:29 am
( Tutup kuping karena ‘lom nikah ) ^_^.
Wah..jadi takut nikah dan hamil neh…
May 18th, 2008 at 9:57 pm
Saya ketawa baca ceritanya…dan terutama komen2 nya…
Wakakak…
May 22nd, 2008 at 10:24 pm
waduhhhh…!!!!
sem0ga ga semua pria terjebak apalg smpe terperangkap dalam ruang ” sebuah tempat bimbang”…………..
bisa2 para perempuan yg sdang hamil tua ga kan smpat melahirkan di RS, cz da kBuru “melahirkan dlm kubur”
May 23rd, 2008 at 4:18 am
hanya ada satu pembenaran:sadar dan bertanggung jawab