Bamby Menulis

Tentang pikiran, rasa, pengalaman hidup dan imajinasi

Archive for March, 2008


The KITE RUNNER sebuah Inspirasi

Kite_runner_1 Membaca novel dan menonton film The Kite Runner sama asyiknya. Mungkin karena penggarapan filmnya dilakukan oleh Hollywood, dengan setting alam Afghanistan  atau juga aku membaca novelnya setelah menonton filmnya. Padahal ada pemeo yang sangat populer di Amerika, cepat baca novelnya sebelum Hollywood merusaknya.

The Kite Runner, adalah sebuah novel karya Khaled Hosseini, yang kemudian mendapat penghargaan dari UNHCR berupa Humanitarian Award  2006. Novel yang diterjemahkan ke dalam 42 bahasa dan lebih dari 2 tahun bertengger di daftar New York Times Bestseller.

The Kite runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Di tengah belantara puing di kota Kabul, akankah Amir (sang tokoh utama) menemukan kebahagiaan yang kelak menyapu kesedihannya karena telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya, saudaranya.

Dalam Bab Empat novel ini, ada bagian yang sangat menyentuh buatku. Yaitu dimana proses kreatif Amir menjadi seorang penulis hebat terjadi.

***

Ini cukilan ceritanya:

Suatu hari di bulan Juli 1973, aku kembali membuat gurauan kecil untuk mempermainkan Hassan. Aku sedang membaca untuknya, dan tiba-tiba aku memtuskan untuk berhenti membacakan kisah yang tertulis di buku. Aku berpura-pura tetap membaca, tetap membalik halaman buku, tapi aku tidak membaca tulisan dalam buku itu, aku mengambil alih cerita itu dan menceritakan kisah karanganku sendiri.

Hassan tentu saja tidak menyadarinya. Baginya, kata-kata yang tertulis di halaman buku hanyalah serangkaian kode acak, tidak terpecahkan, misterius. Kata-kata adalah pintu rahasia dan akulah pemegang kuncinya. Sesudahnya, aku menanyakan pendapatnya tentang cerita itu. Seketika aku ingin tergelak ketika Hassan mulai bertepuk tangan.

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku.Kite_runner_amir_hasan

“ Itu adalah kisah terbaik yang pernah kau bacakan untukku selama ini,” katanya, masih bertepuk tangan.

Aku tertawa. “Benarkah?”

“Benar.”

“Ini benar-benar memukau,” aku menggumam. Aku benar-benar tak percaya. Ini… sungguh tak terduga. “Kau yakin, Hassan?”

Hassan masih bertepuk tangan. “Kisah yang hebat, Amir agha .Maukah kau membacakannya untukku lagi besok?”

“Sungguh memukau,” ulangku, napasku sedikit berat, aku merasakan bagaikan seorang yang baru menemukan harta karun terpendam di halaman rumahnya. Saat berjalan menuruni bukit, berbagai ide meledak-ledak di kepalaku seperti pesta kembang api di Chaman.

***

Itu adalah sepenggal kisah novel Khaled Hosseini, sebuah kisah inspiratif seorang anak bernama Amir, yang kemudian menjadi penulis hebat dalam cerita novel itu.

Bahkan The New York Times, mengatakan bahwa, “Hosseini dengan brilian menggambarkan keadaan Afghanistan prarevolusi yang hangat dan nyaman, namun telah diwarnai oleh gesekan antar-kelompok etnis…. Novel ini menyajikan detail-detail yang akan senantiasa menyentuh sanubari anda.”***