CERITA LEWAT E-MAIL
Kamu menangis sampai seluruh wajahmu memerah. Sambil meremas kertas-kertas yang berserakan di meja kerjamu, kamu umbar kesedihanmu lewat tangisan.
Kamu menangis, mengunci dirimu di dalam ruang kerjamu yang mewah dan harum bunga lavender kesukaanmu. Agar anak buahmu tidak tahu kalau kamu sedang menangis, hanya karena seorang anak kecil yang menemuimu.
Semua berawal saat sebuah proyek besar di kantormu yang dipercayakan kepadamu.
“Maria, saya mempercayakan proyek besar ini kepada kamu,” begitu hasil keputusan rapat yang langsung dipimpin oleh pemilik perusahaan tempat kamu bekerja. Pak Gondo, Sugondo Nitimiharjo, nama lengkap bossmu.
Kamu seorang yang terlalu sempurna. Orang selalu melihat kamu sempurna, karena memang hasil pekerjaanmu sempurna nyaris tidak ada cacat. Kamu juga secara fisik sempurna, cantik, tinggi, berbadan seksi dan selalu harum.
“Oke, saya sanggup mengerjakan proyek ini,” jawabmu penuh optimis. Jawabanmu mendapat sambutan dengan tepuk tangan seluruh peserta rapat. Seperti biasa Pak Gondo mangut-mangut, beliau seperti melihat anaknya sedang meraih kesuksesan.
Setelah itu, kamu mulai menyusun rencana untuk mengerjakan proyek besar ini. Pembangunan sebuah Apartement mewah di sebuah kawasan di bilangan Jakarta Selatan.Semuanya berjalan lancar di awal, sampai kemudian.
“Bu Maria, ada yang ingin bertemu dengan ibu,” Sekretarismu menelponmu. “Siapa?”katamu sambil tetap melihat gambar rancang bangun proyekmu.
“Seorang anak kecil bu,” jawab sekretarismu. Kamu tentu saja kaget, kenapa ada anak kecil ingin bertemu denganmu.
“Suruh dia masuk!” kamu meletakkan gagang telephone pada tempatnya.
Sesaat kemudian di depanmu telah berdiri seorang anak kecil perempuan, umurnya kira-kira enam tahun. Rambutnya sebahu dan hanya memakai sandal jepit. Kucel banget anak ini, batinmu. Kamu lalu mempersilakan dia duduk.
“Ade, mau ketemu dengan saya, ada apa?” tanyamu masih menyimpan keheranan.
“Nama saya Fiona bu,” kata anak itu dan tidak menjawab pertanyaanmu.
Kamu agak tidak sabaran. “Iya, ada apa kamu ke kantor ini,” kamu ganti pertanyaanmu.
Tanpa diminta Fiona, mulai bercerita tentang kedatangan dia menemuimu. Cerita Fiona rupanya menarik perhatianmu, wajahmu serius mendengarkannya. Sampai pada akhir cerita kamu tercekat, tiba-tiba kamu sangat merasa bersalah. Sesuatu yang jarang kamu lakukan, merasa bersalah.
Kamu mulai merasa bersalah. Ketika Fiano pamitpun, kamu masih tertegun gelisah. Beberapa saat kemudian meledaklah tangis kesedihanmu, rasa pilu dan bersalah berbaur menjadi satu kesatuan emosi yang merontokkan kesempurnaanmu.
Terngiang di telingamu kata-kata Fiona. “Hanya kuburan itu peninggalan kedua orang tuaku, hanya kuburan itu kenangan tentang ayah dan ibuku dan hanya kuburan itu tempat yang aku datangi tiap hari, jangan gusur tanah itu bu!” pinta Fiona memelas.
Kamu terus menangis. Karena apapun resikonya, proyek apartement ini harus terealisir sesuai dengan jadwal, itu sudah menjadi komitmen dengan seluruh team.
Walaupun kertas gambar rancang bangunnya sudah kamu remas dan sobek. Kalau sudah begini kamu kehilangan pegangan, tidak ada orang yang bisa kamu ajak diskusi karena kamu adalah si sempurna.
***
Di tengah jadwal ketat penyusunan target penjualan tahun 2008, saya mengirim cerita ini melalui e-mail kepada seorang teman, sekaligus mantan atasanku saat bertugas di department lain. Saya merasa bersyukur, setelah temanku membaca e-mail cerita tadi, dia tidak marah.
Dia menanggapinya dengan tersenyum ketika menelphoneku, dan berkata, “terima
kasih ya ceritanya bagus,” katanya sambil melanjutkan, “sindiran yang mengena, tapi
kayaknya aku gak segitu amat deh!” katanya tersenyum.
Kemudian kamipun larut dengan diskusi-diskusi tentang target penjualan perusahaan.***
NB : Cerita ini pernah di posting disebuah website komunitas penulis dengan nama samaranku.
February 15th, 2008 at 8:21 am
oo pantesan ya kok spti nya aku pnh baca ya, hehehehe..
hebat nich mas bamby, biar di pusingin sm kerjaan, msh bisa bikin cerita spti ini… very touching..!!
February 15th, 2008 at 9:50 pm
Menjadi orang yang selalu sempurna dan selalu berhasil dalam segala hal memang patut di banggakan dan tidaklah setiap orang bisa menjadi seperti itu..
Tapi dalam mengejar semua obsesinya itu JANGAN MENGHALALKAN SEGALA CARA..sertakanlah hati nurani di dalamnya.
Orang akan lebih respec dan akan lebih memujamu…
February 15th, 2008 at 9:56 pm
Btw..Mas ceritanya sangat menyentuh hati dan itu memang kisah nyata yg ada di negeri ini..dimana orang2 kaya lbh memperkaya dirinya sendiri tanpa melihat penderitaan rakyat kecil…sangat dramatis…dimana penggusuran sering terjadi seiring pembangunan kota sementara tidak ada penggantian yg sesuai…KEJAMNYA IBU KOTA..seperti judul film aja yah he..he..(eries banget)
February 16th, 2008 at 5:38 pm
Hmm…ciri khas kang bamby adalah cerita tentang mereka yang terpinggirkan, terlupakan -dalam bahasa Chairil Anwar “mereka yang terhempas dan putus”- kali ini tentang seorang anak kecil yang makam orang tuanya tergusur, kemarin tentang seorang wanita “cacat”, sebelumnya kang abamby mencoba memahami mengapa sang aku melakukan peledakan di Rawalpindi, sebelumnya…juga cerita seorang anak yg menjadi tameng seorang ayah…
Perhatian kepada hal-hal kecil yang terlupakan oleh banyak di antara kita menunjukkan betapa sahabat kita ini adalah seorang yang sungguh peka. Kemampuan sahabat kita ini untuk mengungkapakan pikiran, persaan dan “pergulatan batin” mereka yang “tanpa nama” itu semakin menunjukkan betapa pekanya beliau.
Cerita yang tidak hanya menarik, tapi juga menggugah dan menyentak kita semua yang biasa “ignorance” terhadap derita sekitar….Cerita yang sarat akan pesan kemanusiaan.
Thanks 4 the inspiration kang bamby, keep writing n waitin for the next story…:)
February 19th, 2008 at 7:28 pm
Ima “tau” siapa tokoh wanita disini. Karena dia ada didekat Ima. Dan Ima pernah bilang, kenapa harus seperti itu…? Dia bilang : ” kadang2 Ir, kalau kita sudah ingin disebut “perfect”, apapun kita lakukan…tapi kadang2 disaat kita sadar no body’s perfect , aku juga suka emosional dan melancolic ”
Nah..buat Ima sih..karena Ima ngeliat sendiri…tokoh wanita disini sangat natural dan manusiawi.
Mas Bamby tau gak..hari itu dia menangis, besoknya dia ngelamun, lusanya dia diam, besoknya lagi dia mulai tersenyum dan menegakkan kepala..dan seminggu kemudian dibuat draft baru…beberapa waktu sesudah itu proyek tetap berlanjut. Mungkin dibutuhkan 100 Fiona lagi yang datang, baru si ” wanita berhati besi ” itu, akan menghentikan proyeknya.
Mas bamby gak percaya ? Buktinya proyek2 bangunan baru di kota2 besar tetap berlanjut kan ? Nah beberapa diantaranya hasil kerja “orang dekat” ima itu
February 20th, 2008 at 3:54 am
… sekali lagi, cerita yg menunjukkan “kekuatan” dari sosok kecil anak-anak…:)…