UNDER “PRESSURE” WEAR
Bamby terdiam di depan sebuah toko. Wajahnya pucat, keragu-raguan menyelimuti perasaannya. Kenapa aku harus berada di sini, batinnya sambil tetap terpaku di depan toko.
Langkah kakinya mengajak untuk menjauhi toko, tetapi dengan berat dibatalkan niat itu. Bamby kembali seperti orang bingung di depan toko. Hatinya bergemuruh, aku harus nekad. “Aku harus masuk ke dalam toko itu, masa bodoh apa yang terjadi nanti!” bentak batinnya.
Bamby mantap melangkah masuk ke dalam toko, dia melihat sang pramuniaga sudah tersenyum ramah menyambutnya. Tiba-tiba keringat Bamby menetes deras, tubuhnya panas dingin. Badannya berbalik dan keluar dari toko. Nafasnya tersenggal.
Untuk menenangkan diri, Bamby duduk tertunduk disebuah bangku taman agak jauh dari toko. Batinnya kembali bergolak, kali ini suara hatinya berontak.
“Ayo Bam! apa kamu tidak kasihan dengan istrimu yang sedang terbaring di rumah sakit?” Bamby masih terdiam, kemudian dia teringat Kinar istrinya.
Kinar sudah dua hari ini dirawat disebuah rumah sakit. Penyakit lamanya kambuh, dari dulu Kinar mengindap gangguan liver. Kinar anfal saat mereka berdua berada di kota ini. Beberapa hari yang lalu Bamby dan Kinar datang ke kota ini untuk menemui seorang kerabat. Tetapi setelah sehari semalam mereka mencari alamat kerebat tersebut, hasilnya nihil. Alamat tidak ditemukan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk menginap disebuah hotel Melati dekat alun-alun kota. Mungkin kecapaian, istri Bamby pingsan. Bamby panik, oleh petugas hotel Kinar dilarikan ke rumah sakit kota.
“Kin, kita tidak akan lama di kota itu, jadi kamu jangan terlalu banyak membawa pakaian, secukupnya saja,” pesan Bamby saat mereka berkemas untuk berangkat.
“Baik Mas,” kata Kinar, sambil memasukkan dua pasang pakaian ke dalam ransel. Bamby telah lebih dahulu memasukkan pakaiannya ke dalam ransel besar itu.
***
Bamby menghela nafas panjang. Bayangan Kinar istri tercinta, silih berganti dengan bayangan pramuniaga toko tadi. Kali ini hatinya mulai mantap.
“Apapun akan kulakukan untuk istriku yang sedang sakit!” batin Bamby bergelora.
“Tapi, apa aku bisa?” kembali batinnya melemah. Membayangkan toko tadi, wajahnya kembali pucat pasi, keringatnya menetes dan jantungnya berdegup kencang.
Aku harus masuk ke toko itu! Harus, harus! Bamby mengepalkan kedua tangannya untuk mengumpulkan keberanian.
Bamby berdiri, wajahnya masih pucat, tangannya bergetar. Tapi dengan mantap langkah kakinya menuju ke toko itu lagi. Harga diriku menjadi taruhannya saat ini, apalah arti harga diriku, dibanding kecintaanku kepada istriku Kinar.
Pintu toko hanya tinggal beberapa jengkal, Bamby makin mantap. Pramuniaga menyapa dia dengan senyuman ramah.
“Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?” sapa pramuniaga toko dengan ramah.
Bamby tergagap, dengan wajah manis pula dan mengatur nafas yang terengah-engah karena jantung berdegup kencang, terbata-bata Bamby berkata, “Mbak, saya mau beli celana dalam perempuan tiga buah dan sebuah beha ukuran 36 A.”
Bamby serasa melayang. Malu rasanya, baru kali ini dia masuk toko pakaian dalam wanita. Tetapi istrinya lebih penting ketimbang harga
dirinya, sudah dua hari Kinar tidak mengganti pakaian dalamnya.***
January 31st, 2008 at 3:17 am
Heuheu…mas bamby ini bisa aja. Waktu baca pertama Ima fikir apaan, segitu stress nya.
Eh…tapi pada umumnya bapak2 yang udah menikah pernah loh seperti itu. Waktu istrinya melahirkan, malah ditambah harus beli pembalut…hehe.
Ceritanya kocak juga mas..
January 31st, 2008 at 8:46 pm
bener2 mas malu2in aja masa mo beli CD n BH seeeeh…? bukan itu masalah malunya masa beli celana dalam cuma 3 biji selusin dooong n BH cuma satu, tau lagi ukurannya ketauan banget mo cek in nya he..he..
January 31st, 2008 at 9:33 pm
wakakak judul gak sedramatisir kisah akhir…..ca pe de…tapi kalo say jd cowok juga pasti thxsin juga seh hwahaha…duh misua yg baekkkkkk
February 1st, 2008 at 4:54 am
Boss… jangan gila doooong!
Oya, awal februari hujan nech jakarta, banjir pula, satu lagi prediksi elo benar.
Banjir di maret atau di awal februari. Top banget!
February 1st, 2008 at 5:37 am
wajar x.. secara cowok gitu loh..
lah aku yang cewek aja, kalo belanja underwear trus ada cowok lewat, malunya 1/2 idup
February 1st, 2008 at 10:14 pm
hahaha mas banby bisa aja bikin kejutan…aku tambahin yah?…Bamby makin tidak dapat menyimpan rasa malunya harus menyampaikan pesan yang satu ini karena sudah diwanti-wanti oleh Kinar… “mbak,satu lagi…em…bh nya cari yang warna pink..” (wakakakakakak)
February 3rd, 2008 at 4:59 am
Mas bam, mas bam… emang cita-citanya aja mo wisata ke underwear shop, hihihi, ceritanya lucu. Makanya kalo mau beli underwear cewek ajak-ajak dunk (becanda)
February 4th, 2008 at 12:19 am
hueheheeheheeeee…
by, jadi inget salah satu tantangan buat “jigsaw”, gak boleh jaim apalagi tengsin nemenin belanja undies. wakakakkkaak…
hidup pcinta undies!! -halah-
February 6th, 2008 at 5:15 am
waaah kok hari gini masih ada yang stress beli underwear untuk istri, bamby harus belajar ke suamiku tuh, dia sering lho beliin aku underwear, malah katanya menikmati saat berada di counter underwear wanita.
atau jgn-jgn suamiku yg malah kelainan hahaha. ceritanya lucu mengharukan.
February 8th, 2008 at 11:44 am
Komen saya:
5. ini yang terpenting:
1. mengejutkan
2. lucu sekaligus dramatis
3. mengharukan: istrinya lagi sakit keraskan?
4. tapi mbok ya g usah segitunya kalleee? masa beli gituan aja malu. saya sendiri pernah kok do the same thing kang. dan biasa aja.
apakah ini kisah nyata? kalau ia, I’m very sorry 2 hear that kang bamby.
February 21st, 2008 at 9:42 am
saluttt
February 22nd, 2008 at 5:39 pm
jadi ingat disuruh bapak saya beli underwearnya beliau. Beliau fans berat merek lama tapi kuat. Pesannya, jangan lupa diperhatikan jahitannya, dicek secara seksama. Nah, saya cek, tahu cara ceknya ? Dibuka dari bungkusannya. Gila orang-orang pada lihat :))