KILAS BALIK: “ROAD TO JAPAN”
JANUARI 2001. Inilah saat yang sangat membahagiakan buatku. Bulan ini kami akan melaksanakan Store Manager Convention di Las Vegas USA.
Tentu saja kegirangan ini bukan milikku saja, tetapi semua rekanku Store Manager McDonald’s se-Indonesia. Namun buatku ini kebahagiaan yang sangat luar biasa, terus terang aku sebelumnya belum pernah ke luar negeri.
Paling jauh aku ke Manado, itupun karena numpang lahir. Terus ke Bali dan ke Medan karena tugas.
Rupanya kami menggunakan jasa penerbangan JAL (Japan Airlines), jadi kami akan transit di Jepang. Negeri Sakura. Amboi, sudah kubayangkan bunga-bunga sakura dan gadis-gadis Jepang memakai Yukata atau Kimono.
Hari perjalananpun tiba, kami berkumpul di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, malam hari. Kami akan berangkat ke Jepang sekitar jam 23.45 WIB. Harap-harap cemas meliputi persaanku, jangan sampai pesawat delay. Bisa bete nunggu di Bandara.
Alhamdulillah, segalanya beres. Setelah check in, ngurusin boarding pass dan segala tetek bengek administrasi perjalanan luar negeri akhirnya kami duduk juga di kelas ekonomi pesawat JAL.
Pesawatnya bagus, pramugarinya cantik-cantik dan ramah. So, perjalanan Jakarta-Tokyo yang katanya kurang lebih 8 jam pasti gak akan berasa berarti.
Dalam perjalanan, di pesawat kami bersenda gurau, kadang-kadang sangat keterlaluan dan norak, sehingga mengganggu kenyamanan penumpang lain. Masa bodo, yang penting happy hahaha.
Delapan jam perjalanan terlalu cepat berlalu, mungkin karena separuh perjalanan udara aku pakai untuk tidur. Aku perlu menyiapkan stamina, karena agenda tour di Jepang sudah sangat padat. Kami hanya akan nginep semalam di Jepang.
Pesawat dengan mulus mendarat di Bandara Narita, sebuah wilayah di sebelah timur kota Tokyo. Saat menuruni tangga pesawat udara dingin menyengat kulit dan agak sedikit menusuk tulang, tapi udara musim dingin Jepang sudah kalah dengan kehangatan bahagianya bisa menginjakkan kaki di negeri orang. Lagian kita udah diwanti-wanti untuk bawa sweter dan jaket anti dingin. Allahu Akbar! seruku dalam hati.
Dari Bandara kami naik Shutte Bus menuju Hotel Nikko Narita, yang terletak di Jalan Chiba-0106, hanya 10 menit perjalanan kami sudah sampai di Hotel. Panitia sudah wanti-wanti agar kami tidak tiduran, katanya bisa-bisa kena Jet Lag. Maklum ada perbedaan waktu, di Jepang waktu lebih cepat 2 jam dibanding waktu di Jakarta.
***
Setelah memasukkan koper ke kamar hotel, dan sedikit cuci muka dan sikat gigi, kami sudah berkumpul di lobby Hotel.
Tujuan kami adalah GINZA. Dengan Bus yang telah disiapkan panitia perjalanan kami menuju ibu kota Jepang, Tokyo. Cerocosan pemandu wisata lokal yang jago bahasa Indonesia hanya kudengar sedikit, aku lebih fokus melihat kiri kanan, mengagumi kerapihan jalanan tol, kebersihan dan keteraturannya sambil membandingkannya dengan Jakarta. Kata orang "Jauh man!" hahaha.
Sebelum jam 12 siang waktu setempat kami tiba di Ginza. Wow… gedung-gedung pencakar langit seolah-olah melambai mengucapkan selamat datang. Aku hanya terpaku bengong melihat ke langit, tinggi-tinggi amat gedung di Ginza. Ya, Ginza berada tepat di jantung kota Tokyo, menjadi pusat bisnis dan perdagangan. Buat wisatawan menjadi pusat belanja. Tapi di Ginza, aku dan beberapa teman hanya menikmati suasana kotanya dan sekedar window shoping, harga-harga barang yang di jual di sana kelewat mahal.
Setelah makan siang di sebuah restoran, kami diberi waktu bebas untuk jalan-jalan.
Tujuan kami hanya foto-foto, cari restoran McDonald’s, foto-foto lagi. Dengan kelompokku kami keluar masuk toko, tapi gak ada yang dibeli. Waduh, tiba-tiba perutku mulas, mungkin lambungku belum bisa beradapatasi dengan makanan lokal Jepang. Aku nyari-nyari toilet tapi gak ketemu, gak ada yang nyediaan toilet kecuali di restoran. Akhirnya aku memencarkan diri sendiri, aku kembali ke restoran dimana kami makan siang tadi. Haaah, lega rasanya sekarang.
Sekarang aku yang bingung, aku mencari sisa-sisa rombangan, tapi gak ketemu. Akhirnya aku menelusuri trotoar jalan yang aku lewati tadi. Untuk memotong jalan aku masuk ke sebuah gang kecil yang menyambungkan ke jalan besar. Ternyata di Gang tersebut ada Sex Shop. Iseng-iseng aku masuk, khan di Indonesia belum ada toko ginian. Sungguh suprisse… banyak sekali benda-benda "lucu" orang dewasa yang aku temui disitu hehehe. Aku foto-foto sendiri.
Akhirnya aku bertemu juga dengan rombongan. Setelah itu kami menuju Bus dan kami akan berkunjung ke Asakusa Temple.
Kuil besar ini bernama lengkap, kalo tidak salah Asukusa Kannon Temple, terdiri dari dua pintu utama. Kami masuk lewat pintu Kaminarimon, pintu lainnya namanya Hozomon yang menjadi pintu keluar. Di dalam kuil tersebut berdiri juga Sensoji Temple. Sayangnya karena hanya 2 jam waktu yang disediakan panitia, jadi aku tidak terlalu sempat melihat detail kuil-kuil yang sangat termasyur ini. Tidak apalah, yang penting aku sudah pernah menginjakkan kakiku di kuil ini dan berfoto. Itu sudah cukup.
Sebenarnya banyak tempat wisata di Jepang khususnya di Tokyo, tetapi karena waktu kami tidak banyak jadi hanya dua tempat yang dapat kami kunjungi.
Sore sudah datang, sinar matahari sudah mulai redup, diganti dengan gelap malam yang diselingi oleh gemerlap lampu-lampu gedung bertingkat. Saat itu, aku dan rombongan sudah di Hotel, kami berisirahat sejenak, terlelap sedikit.
Oh Jepang, malam ini titik-titik hujan salju mulai turun. Dan tengah malam nanti kami akan terbang lagi, menuju negeri Paman Sam.
Terima kasih Jepang atas keindahan alam dan kotamu. Aku terlelap dalam perjalanan terbang menuju Los Angeles USA.
(Selanjutnya: Road to America!)
January 29th, 2008 at 9:29 pm
mau dong jalan jalan ke jepang…klo tau mas mampir ke sex shop aku mo nitip sesuatu da he..he..