CERBUNG: HARI YANG TERLEWAT
KORIDOR Rumah Sakit Cipto masih sepi. Mungkin karena hari masih pagi sekali. Lamat-lamat terdengar suara telapak sepatu dua orang memasuki kamar rawat inap Zakky.
Dokter Satya dan Suster Eva, memeriksa kondisi Zakky. Zakky tidak berbicara sedikitpun. Matanya menerawang, menembus jendela kamar rumah sakit, dia hanya melihat hijau pepohonan di luar sana.
Hari ini begitu menyiksa buat Zakky. Bukan karena leukimia yang makin senang menggerogoti bagian ginjalnya. Tetapi hari ini seharusnya Zakky berorasi di Bundara HI (Hotel Indonesia), hari ini harusnya menjadi hari istimewa buat Zakky.
Beberapa hari yang lalu oleh Yayasan AIDS Indonesia, Zakky didaulat untuk berorasi pada peringatan hari AIDS dunia. Ya hari ini, 1 Desember. Harusnya Zakky memimpin aksi demo simpati untuk memperingati hari AIDS Sedunia. Jalurnya demo sudah dirancang jauh-jauh hari. Surat izin demo dari Polda Metro Jaya sudah ada ditangannya.
"Kita berkumpul di depan Hotel Indonesia, nanti di bunderan HI saya akan berorasi. Dan teman-teman lainnya membagi-bagikan bunga dan kondom!" Jelas Zakky bersemangat kepada beberapa temannya yang menjadi koordinator lapangan.
"Setelah itu, kita long march menuju Istana Negara," Lanjut Zakky.
Mereka juga membicarakan aksi demo menentang demo mereka, Zakky sudah mendengar akan ada beberapa kelompok masyarakat yang menentang demo simpati LSM AIDS. Karena salah satu materi demo simpatik mereka adalah pembagian kondom gratis. Ada beberapa kelompok masyarakat yang menilai, pembagian kondom hanya akan menumbuh suburkan seks bebas. Tetapi semuanya politis. Zakky menyadari hal itu. Pasti ada yang pro ada yang kontra. Bahkan sebelum menjelang tanggal 1 Desember, beberapa media massa telah banyak beropini menyalurkan aspirasi masyarakat.
Namun apa daya, malam hari setelah rapat demo, Zakky pingsan. Oleh teman-temannya dilarikan ke Rumah Sakit Cipto. Zakky sempat beberapa hari di Ruang ICU, dan akhirnya setelah melewati masa kritis sekarang dia berbaring di ruang rawat inap.
Menurut dokter, bagian ginjal Zakky infeksi berat, sehingga racun dalam darah menyebar sampai ke jantung. Zakky pasrah.
Adalagi yang mengganjal perasaannya. Gilang. Ya, sejak berkenalan dengan Gilang rupanya Zakky sangat simpati dengan Gilang. Zakky sangat tergila-gila dengan Gilang. Orangnya cerdas, ramah, penuh humor dan sepertinya penyayang. Beberapa kali mereka ketemu, akhirnya mereka memutuskan untuk menyewa satu kamar kost. Sejak itu Zakky dan Gilang hidup serumah.
Dengan berjalannya waktu, sifat Gilang berubah. Tepatnya ketika Zakky pulang dari Canada. Ada yang tidak beres dengan Gilang.
Gilang sering tidak tidur di kos-kosan.
***
Hari ini tepat seminggu Zakky berada di Rumah Sakit Cipto. Dokter belum memberikan sinyal kapan dia bisa pulang. Zakkypun tidak memaksakan diri. Dia tahu hasil laboratorium, penyakitnya semakin parah.
Zakky merasa bersyukur mempunyai banyak teman. Beberapa hari yang lalu teman-teman dari Yayasan AIDS Indonesia menjenguknya. Bahkan Ketua Umum Yayasan AIDS Indonesia, telah memberitahukan Zakky bahwa seluruh biaya perawatan selama dia di rumah sakit ditanggung oleh pihak Yayasan.
"Alhamdulillah, ya Allah terima kasih atas segala kebaikanMu. Engkau telah mempertemukan aku dengan orang-orang baik," syukur Zakky saat mengetahui kabar ini.
BERSAMBUNG…